Buat yang Mengaku Pecinta Nabi


Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Allah *Subhaanahu Wa Ta’ala* yang
menciptakan jin dan manusia semata – mata untuk beribadah kepada Allah
saja. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah
tercinta, Muhammad bin Abdullah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya
yang setia hingga akhir zaman.
Terkadang, banyak manusia tidak mengerti tujuan mereka diciptakan, mereka
terlena tapi tidak mengerti dirinya terlena, atau mereka jahil tapi tidak
menyadari bahwa diri mereka jahil, karena barangkali sudah banyak manusia
yang terkena *fitnah syubhat* (fitnah samar memahami Al-Islam) dan *fitnah
syahwat* (fitnah hawa nafsu) kecenderungan yang besar kepada dunia.

*Menginginkan “Sesuatu”*

Sebagai manusia kita tentunya menginginkan sesuatu…
Yang biasa naik angkot, sering ngetem mungkin menginginkan…sepeda motor.
Yang masih pengangguran…tentunya menginginkan pekerjaan…
Yang penghasilannya pas-pasan…ingin mendapat yang lebih besar…
Yang masih kontrak…ingin bisa membeli rumah sendiri…
Yang mengenal Islam cuma lewat mimbar Jum’atan…mungkin ingin menambah dari
acara lain
Yang baru tertarik belajar Islam…ingin ilmunya bertambah...
Yang ingin menjaga ghirahnya dalam beragama …inginnya bisa rutin ikut
ta’lim...
Yang sedang ditimpa musibah …ingin agar bisa bersabar & ikhlas…
Yang sedang ditimpa kesulitan …ingin agar Allah Ta’ala memberi jalan keluar…
Yang sudah dikaruniai banyak nikmat… ingin agar nikmat tsb tak hanya di
dunia saja…
Yang yakin bahwa harta hanyalah "titipan"…ingin mengembalikan ke pemiliknya…
Yang sudah meyakini bahwa dunia hanya tipuan…ingin selamat dari tipudayanya…
Yang yakin dunia hanya sementara…ingin menyiapkan bekal untuk yang abadi…
Yang mengimani bahwa surga itu tidak bisa keindahannya dibayangkan…ingin
mendapatkannya…
Yang sudah yakin bahwa bidadari surga itu cantik jelita…ingin bisa
meminangnya…
Yang memahami bahwa Islam itu adalah satu-satunya dien yang haq…ingin
kaffah mengamalkannya…

*Cinta Nabi?*

Yang mengaku mencintai…
Yang mengaku pengikutnya yang paling setia…
Yang mengaku benci, bila ada yang membenci junjungannya…
Yang mengaku bersaudara dengan bukan saudaranya, karena sama ajarannya…
Yang mengaku tidak rela bila saudaranya disakiti orang kafir…
Yang mengaku kelak ingin dikumpulkan dengan yang dicintainya…
Yang mengaku bahwa yang paling dicintainya bukan ibu, bapak, istri dan
anaknya…
Yang mengaku ingin selalu meneladani, mengikuti perintahnya…
Yang mengaku siap mengorbankan nyawa satu-satunya untuk yang dicintai…

* Adakah Buktinya?*

Yang mengaku cinta, sudah wajar bila mengetahui…apa sih keinginan si dia
yang ia cintai itu…
Yang mengaku cinta…tentunya sangat peduli dengan keinginan, harapan,
cita-cita idolanya itu…
Yang mengaku cinta…tentunya akan merasa resah bila…apabila harus terpisah
dengan kesayangannya…
Yang mengaku cinta…tentunya takut bila yang dicintai kecewa karena tidak
dituruti kemauannya…
Yang mengaku cinta…tentunya akan menjaga yang dicintai, (ajarannya) dan
mengamalkan wasiat-wasiatnya…

Saudara-saudariku…cinta itu perlu bukti atau tidak?

Yang bilang cinta itu cukup di hati, tak perlu bukti…miriplah atau samalah
anda dengan kaum Murji’ah..
Lalu apakah yang diinginkan..disabdakan oleh junjungan kita semua,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam?
Rasulullah mempunyai suatu cita – cita, yang bahkan bila diberi kehidupan
lagi, cita – cita beliau tetap sama. Apakah cita – cita beliau itu?

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahawa Rasulullah *Shallallahu Alaihi Wa
Sallam* telah menegaskan:
“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad! Sungguh, aku senang berjuang di
jalan Allah, lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh, kemudian
berperang lagi lalu terbunuh.” (HR. Muslim)

Allah SWT memberikan kepada orang yang mati syahid dengan keutamaan yang
sangat banyak, yaitu:
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Ditanyakan kepada Nabi *Shallallahu
Alaihi Wa Sallam*.:

Apakah yang dapat menandingi pahala jihad di jalan Allah Yang Maha Mulia
lagi Maha Agung?
Nabi saw. menjawab: Kamu tidak akan mampu melakukannya.
Lalu mereka mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali.
Beliau selalu menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya.
Lalu pada yang ketiga kalinya beliau bersabda: Perumpamaan orang yang
berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang selalu berpuasa dan salat
serta tunduk kepada ayat-ayat Allah, ia tidak pernah putus berpuasa serta
salat sebelum orang yang berjihad di jalan Allah itu kembali.  (Sahih Muslim
3490)

* Bau darahnya seperti aroma misk*

“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan
Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan
datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk”
(HR. Ahmad dan Muslim)

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah ! Sungguh kita telah
menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya
seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk
surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid(Asy Syahid, insya Allah)- dan
telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”

*Tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling dicintai Allah.*

“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua
macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah
yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad)
dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah”
(HR. At Tirmidzi - hadits hasan)

* Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan*

“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali
sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR.
Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i - hadits hasan)

dan diriwayat yang shahih :

“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali
sebagaimana salah seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang
dirasakannya.”

Dr. Abdullah Azzam menceritakan, ” Kami melihat hal ini pada saudara kami,
Khalid al-kurdie dari madinah al Munawwaroh ketika ranjau meledak
mengenainya, sehingga terbang kakinya, terbelah perutnya, keluar ususnya
dan terkena luka ringan pada tangan luarnya. Datanglah Dr. Shalih al-Laibie
mengumpulkan ususnya dan mengembalikan kedalam perutnya seraya menangislah
Dr. Shalih. Maka bertanyalah Khalid al-Kurdie kepadanya : “Mengapa engkau
menangis, dokter? Ini adalah luka ringan pada tanganku.” dan tinggalah dia
berbincang-bincang dengan meraka selama 2 jam hingga akhirnya ia menjumpai
Allah. Dia tidak merasakan bahwasanya kakinya telah terpotong dan perutnya
terbuka.”

Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa mati tanpa pernah berperang
dan tidak pernah terlintas dalam hatinya untuk berperang, maka dia mati
dalam salah satu cabang kemunafikan.” (Riwayat Muslim)

Yang mengaku mencintai Rasulullah SAW, sungguh aneh bila sampai saat ini
belum kepikiran untuk berperang…apalagi bersiap-siap sesuai keimanan dan
kemampuan masing-masing karena Afghanistan, Irak, Palestina, Somalia, Yaman
dll sudah menunggu…

Yang mengaku meneladani Rasulullah SAW lewat pidato kenegaraannya di suatu
majelis, tapi tidak mengirim bantuan bagi mujahidin di negara-negara di
atas juga patut dipertanyakan…sedang dia adalah panglima tertinggi di suatu
negara…

Sebaliknya, seseorang beriman hendaklah selalu menginginkan mati syahid,
selalu mengikrarkan dan mempersiapkan diri untuk berjihad, hingga menemui
kematian, sehingga seperti sabda Rasulullah: “Barangsiapa yang benar-benar
minta kepada Allah Ta’ala untuk mati syahid, maka Allah akan
menyampaikannya ke tingkatan orang-orang yang mati syahid, walaupun dia
meninggal di atas tempat tidurnya.” (Riwayat Muslim)

Geraknya mujahid (orang yang berjihad di jalan Allah) di medan perang itu
diberikan pahala oleh Allah. (Lihat at-Taubah:120-121.)

Jihad adalah perdagangan yang untung dan tidak pernah rugi. (Lihat
ash-Shaaf: 10-13)

Jihad lebih utama daripada meramaikan Masjidil Haram dan memberikan minum
kepada jama’ah haji. (Lihat at-Taubah: 19-21.)

Jihad merupakan satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Lihat
at-Taubah: 52.)

Jihad adalah jalan menuju Surga. (Lihat Ali ‘Imran: 142.)
Orang yang berjihad, meskipun dia sudah mati syahid namun ia tetap hidup
dan diberikan rizki. (Lihat Ali ‘Imran: 169-171.)

Orang yang berjihad seperti orang yang berpuasa tidak berbuka dan melakukan
shalat malam terus-menerus. (HR. Al-Bukhari (no. 2785), Muslim (no. 1878),
at-Tirmidzi (no. 1619) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. )

Sesungguhnya Surga memiliki 100 tingkatan yang disediakan Allah untuk
orang yang berjihad di jalan-Nya. Antara satu tingkat dengan yang lainnya
berjarak seperti langit dan bumi. (HR. Al-Bukhari (no. 2790) dari Sahabat
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

Surga di bawah naungan pedang. (HR. Al-Bukhari (no. 3024-3025) dari
Sahabat ‘Abdullah bin Abi ‘Aufa Radhiyallahu)

*Orang yang mati syahid mempunyai 6 keutamaan: *

(1) diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama,
(2) dapat melihat tempatnya di Surga,
(3) akan dilindungi dari adzab kubur,
(4) diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat,
(5) diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari,
(6) dapat memberikan syafa’at kepada 70 orang keluarganya.

(HR. At-Tirmidzi (no. 1663), Ibnu Majah (no. 2799) dan (Ahmad IV/131) dari
Sahabat Miqdam bin Ma’di al-Kariba Radhiyallahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata,
“Hadits ini hasan shahih.”)

Orang yang pergi berjihad di jalan Allah itu lebih baik dari dunia dan
seisinya. (HR. Bukhari (no. 2792), Fat-hul Baari (VI/13-14) dari Sahabat
Anas bin Malik)

Orang yang mati syahid, ruhnya berada di qindil (lampu/ lentera) yang
berada di Surga. (HR. Muslim (no. 1887) dan Tirmidzi (no. 3011) dari
Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'anhu)

“Dzarwatus-sanam (puncak tertinggi) Islam adalah jihad, tidak akan
mencapainya kecuali orang yang paling utama di antara mereka.” (Hadits
Riwayat Thabrani)

Dari Miqdam bin Ma’dikarib berkata, Rasulullah SAW bersabda,

”Seorang syahid di sisi Allah mendapatkan tujuh keistimewaan: Allah
mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya, diperlihatkan tempat
tinggalnya di surga, dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari
guncangan terbesar (hari kiamat), diletakkan di atas kepalanya sebuah
mahkota mutu manikam, disana ia lebih baik dari dunia dan seisinya,
dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga, dan  dapat  memberi
syafa’at kepada tujuh puluh anggota keluarganya.” (HR. Tarmidzi dan Ibnu
Majah)

Rasulullah bersabda :

Tatkala saudara-saudara kalian tertimpa ajal, Allah menjadikan ruh-ruh
mereka dalam jasad burung hijau, mereka mendatangi sungai-sungai surga,
memakan buah-buahannya dan tinggal di lampu-lampu emas yang tergantung di
bawah naungan‚ Arsy. Ketika mereka mendapati makanan, minuman dan tempat
istirahat yang sangat nyaman, berujarlah mereka‚ Siapakah yang akan
menyampaikan kepada saudara-saudara kita tentang keadaan kita, bahwa kita
ini hidup di dalam surga diberi rizki, agar mereka tidak membenci jihad
ataupun merasa lesu dan enggan berperang?’

Maka berkatalah Allah Ta’ala :’Aku yang akan menyampaikan kepada mereka
tentang keadaan kalian.’ Kemudian Allah `Azza wa Jalla menurunkan ayat :
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki.“ (Ali
Imran: 169) (Hadits Riwayat Abu Daud dan Al-Hakim)

“Orang yang mati syahid tiada merasakan sentuhan kematian melainkan hanya
seperti salah seorang di antara kalian merasakan dicubit.” (Hadits Riwayat
Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

*Ingin dikembalikan lagi kedunia (untuk syahid lagi)*

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahawa Rasulullah SAW telah menegaskan:

“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad! Sungguh, aku senang berjuang di
jalan Allah, lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh, kemudian
berperang lagi lalu terbunuh.”

Anda mengaku pecinta Rasul?

Sedang Rasul adalah pecinta jihad dan merindukan syahid…
Anda sekarang sudah tahu… apa sih keinginan Rasul yang anda cintai itu…
Yang mengaku cinta…tentunya sangat care, peduli dengan keinginan, harapan,
cita-cita idolanya itu…
Yang mengaku cinta…tentunya akan merasa resah bila…apabila harus terpisah
dengan kesayangannya…
Yang mengaku cinta…tentunya takut bila yang dicintai kecewa karena tidak
dituruti kemauannya…
Yang mengaku cinta…tentunya akan menjaga yang dicintai, (ajarannya) dan
mengamalkan wasiat-wasiatnya…

Yang mengaku cinta Rasul namun tidak ada keinginan berperang…takutlah kalau
kelak anda dicap MUNAFIK!

Ajal itu sudah pasti, dan pasti tiba. Baik kita siap atau pun tidak siap
menghadapinya,  bukankah kami mati sia – sia kalau meninggalkan dunia yang
fana ini di atas kasur yang empuk lagi nyaman. Jihad dan syahadah sangat
mahal harganya, demi Allah begitu mahal! Meskipun demikian, saya memohon
kepada Allah untuk memberikannya pada saya, meskipun saya tidak layak untuk
itu. Marilah kita sama2 berdoa pada Allah semoga Dia memberikan nikmat
syahid di jalanNya, ”*Allahumar - zuqni - Syahadah, Allahumar - zuqni
–Syahadah*” (Ya Allah, berilah aku rizqi berupa mati syahid)

Kabulkanlah Ya… Rahmaan…

Kabulkanlah Ya… Rahiim…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s