Jamiyyah Maulid Hubbun Nabi Sitail-Jatinegara-Tegal


fto061.jpgKEUTAMAAN-MEMPERINGATI-MAULID-NABI
Menurut fatwa seorang Ulama besar : Asy-Syekh Al Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa ‎mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan cara mengumpulkan banyak ‎orang, dan dibacakan ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan ‎perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa ‎makanan dan hidangan lainnya dengan cara yang tidak berlebihan adalah merupakan ‎perbuatan Bid’ah hasanah, dan akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya ‎dan yang menghadirinya, sebab merupakan wujud kegembiraan, dan kecintaan / mahabbah ‎kapada Rosullullah saw.‎
Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :‎
مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ
‎“Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama ‎dengan saya masuk surga”.‎
‎ ‎
Dalam kitab “Anwarul Muhammadiyah“ karangan : Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani, ‎diterangkan bahwa pada saat hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, seorang wanita budak ‎belian dari Abu Lahab (tokoh kafir jahiliyyah) yang bernama Tsuwaibah menyampaikan kabar ‎gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad Saw kepada Abu Lahab. Karena senangnya Abu ‎Lahab mendapat berita itu, spontan budak wanitanya yang bernama Tsuwaibah itu ‎dibebaskan dan dihadiahkan kepada Siti Aminah : Ibunda Muhammad Saw untuk menyusui ‎bayinya tersebut.‎
Ketika Abu Lahab telah meninggal dunia seorang sahabat Nabi ada yang bertemu dalam ‎mimpinya dan menanyakan tentang nasibnya di akhirat.‎
Abu Lahab menjawab : Saya disiksa selama-lamanya karena kekafiran saya tetapi pada tiap-‎tiap hari senin saya diberi keringanan dari siksaan bahkan aku bisa mencium dua jari tanganku ‎dan bisa keluar airnya untuk saya minum.‎
Dan ketika ditanya : mengapa bisa demikian? Abu Lahab menjawab : Ini adalah merupakan ‎hadiah dari Allah karena kegembiraanku pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw.‎
Dalam sebuah hadits dikatakan :‎
مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ
‎“Barang siapa yang memulyakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya ‎syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk ‎memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar ‎gunung fi sabilillah.‎
Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata : ‎
مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ
‎“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : ‎akan menjadi temanku masuk surga”.‎
Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :‎
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
‎“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah ‎menghidupkan Islam”.‎
Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata :‎
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
‎“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi ‎meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.‎
‎ ‎
Melihat besarnya pahala tersebut maka banyaklah kaum muslimn muslimat yang selalu ‎melahirkan rasa cintanya kepada Nabi dan mengagungkan hari kelahiran Nabi dengan cara-‎cara yang terpuji seperti pada tiap-tiap malam Senin atau malam Jum’at mengadakan jama’ah ‎membaca kitab Al- Barzanji, sholawat maulud, dan ada pula yang menyediakan tabungan ‎yang berwujud uang hasil tanaman atau sebagian gajinya untuk kepentingan memperingati ‎kelahiran Nabi Saw.‎
Perintis Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulud Nabi sudah diadakan oleh kalangan umat Islam sejak pada kurun ketiga ‎atau tiga ratus tahun setelah hijrah Nabi, yang pada saat itu kondisi umat Islam mulai rusak ‎dalam berbagai hal.‎
Tokoh pemerintahan yang pertama kali menyelenggarakan peringatan Maulud Nabi adalah ‎Penguasa Irbil Raja Mudzaffar Abu said Al Kukburi bin Zainuddin Ali bin Buktikin. Beliau ‎adalah Raja yang cerdas ahli strategi di bidang pemerintahan, pemurah, alim dan adil. Saat itu ‎pemerintahannya terasa kurang stabil, rakyatnya mulai banyak meninggalkan syariat ‎agamanya, akhlaqnya mulai rusak, mulai terjadi banyak kerusuhan-kerusuhan dan ‎kemaksiatan- kemaksiatan.‎
Raja Mudzaffar berinisiatif menyelenggarakan peringatan Maulid nabi setiap bulan Robi’ul ‎Awal secara besar-besaran, dengan mengumpulakan semua masyarakat dari tokoh-tokohnya ‎sampai rakyat kecil. Pada peringatan Maulid itu disampaikan penjelasan tentang sejarah dan ‎perjuangan, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir sampai wafatnya. Seorang ‎ulama’ besar Syekh Al Hafidz Ibnu Dahyah yang mengarang kitab tentang sejarah Nabi yang ‎diberi nama At-Tanwir fi Maulidil Basyir An-Nadzir, diberi hadiah oleh Raja 1000 dinar.‎
Setelah diadakan peringatan Maulid Nabi SAW tersebut, pemerintahan kembali stabil, ‎semangat pengamalan agamanya makin baik, negaranya aman, tentram dan bertambah ‎makmur. Sesuai dengan Firman Allah SWT :‎
وَلَوْ اَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَاكَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأعراف ‏‏:٩٥‏‎)‎
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami (Allah) akan ‎melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-‎ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS : Al A’raf :96).‎
Anjuran memperingati Maulid Nabi
Anjuran supaya memperingati Maulid Nabi sudah diisyaratkan oleh Allah SWT, dan oleh nabi ‎sendiri. Firman Allah surat Al A’rof : 157 :‎
فَالَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْ أُنْزِلَ مَعَهُ وَاُولئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ. (الأعراف :١٥٧‏‎)‎
Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Muhammad) memulyakannya, menolongnya dan ‎mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-‎orang yang beruntung. (QS. Al A’rof :157)‎
‎ ‎
Termasuk orang-orang yang memulyakan (dalam ayat ini) adalah orang-orang yang ‎memperingati Maulid Nabi SAW, yang membaca Barzanji, Marhaban, Burdah, syair-syair dan ‎qosidah-qosidah dan pengajian-pengajian, kalau dimaksudkan untuk memulyakan Nabi, maka ‎akan mendapat pahala yang banyak dan akan beruntung.‎
Nabi Muhammad saw juga sudah memberikan isyarat tentang perlunya memperingati ‎kelahiran Nabi sebagaimana hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Qotadah Al ‎Anshory r.a :‎
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلعم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. (رواه مسلم‎)‎
‎“Sesungguhnya Rosulullah saw ditanya seorang sahabat tentang puasa hari Senin, maka beliau ‎menjawab, sebab di hari Senin itu hari kelahiranku, dan wahyu diturunkan kepadaku”. ( HR. ‎Muslim). Dari hadis ini Nabi sendiri juga memulyakan hari kelahirannya, dengan berpuasa ‎‎(amal yang baik).‎
‎ ‎
Beberapa pendapat tentang memperingati Maulid Nabi saw.‎
Di kalangan umat Islam ada beberapa pemahaman tentang memperingati Maulid nabi saw :‎
‎1. Golongan yang terbesar, yaitu yang merayakan Maulid Nabi setiap bulan Robi’ul Awwal, ‎bahkan di bulan-bulan yang lain atau tiap-tiap malam Senin atau Jum’at dengan membaca ‎Barzanji, membaca Marhaban dan kitab-kitab Maulid lainnya, sebagaimana yang biasa ‎diamalkan umat Islam sejak dahulu. Golongan ini ada yang hanya membaca Barzanji saja, ‎atau ada pula yang diteruskan dengan pengajian atau ceramah tentang riwayat dan perjuangan ‎Nabi. Semua itu dengan maksud untuk melahirkan kecintaannya kepada nabi Muhammad ‎saw.‎
‎2. Golongan umat Islam yang nerayakan maulid nabi tiap Bulan Robiul Awal, tetapi tidak ‎dengan membaca Barzanji, tidak membaca Marhaban, atau kitab-kitab Maulid lainnya, karena ‎dianggap tidak ada tuntunannya.‎
‎3. Golongan yang ekstrim, yaitu tidak mau merayakan peringatan maulid Nabi sama sekali, ‎karena hal itu dianggap bid’ah yang harus ditinggalkan.‎

5 thoughts on “Jamiyyah Maulid Hubbun Nabi Sitail-Jatinegara-Tegal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s